Posts tagged ‘love’

Lalu kita bicara secara terbuka
Tentang hari yang terlewati

Saat aku dan kamu masih satu hati

Sungguh gerimis pagi
Aku merindukanmu sejak malam buta
sekering tinta di tanganku
yang tak mampu menggoreskan kata

Saat kau datang
hingga kau pergi

Terlalu aku merindukanmu
Begitu aku menantikanmu

Subuh itu, kita bertemu

Pekanbaru, 29 Juli 2010

Kakak, abang.

Mungkin aku adik yang tertutup kepada kakak dan abang. Sekedar untuk kakak dan abang tahu, ketertutupan aku ini karena kewibawaan kalian yang sangat aku hormati.

Mungkin aku juga tidak sepintar, rajin, dan patuh seperti kakak dan abang. Tapi aku janji akan berusaha menjadi seperti kalian.

Doakan aku semoga berhasil melewati ujian hari ini.

Aku sayang kakak dan abang.

sent 29/03/2010 06.32 am.

[dengan perubahan seperlunya secara adik saya ini mengirimnya dengan mode tulisan anak gaul yang bikin saya mengelus dada]

—————————————————————————————————

1. Saya jadi geli, haru, sedih, bahagia, serta sempat termenung setelah menerima sms ini. Kadang suatu kejujuran yang sederhana seperti ini bisa membuat kita kembali teringat akan indahnya hidup sebagai manusia. Really. I am happy to have her as my little sister.

2. Saya nggak merasa punya wibawa sebenarnya, hehe. Tapi memang kami jarang bisa berkumpul bersama sejak masing-masing pisah karena harus sekolah di tempat yang berbeda. Komunikasi via telpon atau sms juga jarang. Satu-satunya ikatan yang masih terasa kuat hanya rasa sayang di hati ini. Tidak akan terganti.

3. Mudah-mudahan dia tidak marah karena isi sms-nya saya publikasikan seperti ini. :) . Saya cuma mau pamer punya adik, hehe.

Good morning all.

Maybe I didn’t treat you

Quite as good as I should have

Maybe I didn’t love you

Quite as often as I could have

Little things I should have said and done

I just never took the time

But you were always on my mind

You were always on my mind

Maybe I didn’t hold you

All those lonely, lonely times

And I guess I never told you

I’m so happy that you’re mine

If I made you feel second best

Girl, I’m sorry I was blind

You were always on my mind

You were always on my mind

Tell me, tell me that your sweet love hasn’t died

Give me, give me one more chance

To keep you satisfied… satisfied

Little things I should have said and done

I just never took the time

You were always on my mind

You were always on my mind

You were always on my mind

You were always on my mind

lyric taken from here

Assalamu’alaikum. Good morning.

Pekanbaru yang belakangan mendung setiap hari dan gerimis hampir tiap hari sebenarnya membawa sedikit masalah bagiku yang berjalan kaki, jika tidak hati-hati memperkirakan, bisa kehujanan di jalan. Yang juga tidak kurang masalah adalah jalanan selepas hujan yang menyisakan genangan air, mesti hati-hati kalau melintas di dekatnya, bisa saja tiba-tiba ada kenderaan yang tanpa sengaja jadi menciprati pakaian.

Dengan berat hati ku katakan kalau sepatu yang biasa ku pakai untuk pergi koass selama ini sedikit membawa masalah jika jalanan sedang ‘basah’ ataupun hujan karena ternyata ia tembus air. Pernah selama seharian aku harus menahan dingin di kaki karena kaus kaki jadi ikut basah dan kaki jadi berkeriput.

Setelah sekian hari basah dan terus menerus dipakai — oh sepatuku yang malang — ternyata ia jadi rusak. Bagian tepiannya sedikit terbuka dan malangnya, semakin memudahkan air untuk masuk. Hufffh… kali ini, selain membawa kaki sebagai korban, ia juga menyeret kaus kaki. Kaus kaki yang dipakai dalam keadaan agak lembab dan terus menerus menjejak, jadi lebih mudah untuk rusak, paling parah ya… jadi bolong pada bagian yang selalu kena tekanan. Meski harus membuktikannya lebih banyak lagi, tapi ku rasa, hal ini cukup masuk akal sebagai penjelasan kaus kaki yang bolong.

Jadilah tadi pagi aku menelepon Abah untuk minta dibelikan sepatu. Hehe… — perkenalkan, saya Aulia Rahman, Dokter Muda dan masih minta dibelikan sepatu oleh Abah — Tuing-tuing. Alasan terkuatku saat minta dibelikan adalah: TIDAK SEMPAT BELI.

Abah menyanggupinya dan bilang akan mengirimkannya, kalau tidak hari ini [selasa] mungkin besok [rabu] — it’s wednesday already. Kemudian di siang hari ia mengirim sms bahwa sepatunya sudah dikirim lewat paket mobil antar kota. Mungkin sampainya malam hari.

Aku yang hari ini sangat mengantuk karena jaga malam hari Senin lalu, sempat terkejut ketika jam 12 lewat sedikit paket kirimannya datang. Si supir mengeluh nomorku tidak bisa dihubungi.

Yeah… don’t mess with me when I am sleepy.  Dalam keadaan mengantuk aku mendengarkan saja komplain si supir. Bapak itu sampai menunjukkan history call-nya yang berkali-kali.

Bener sih, dia nelpon berkali-kali.

Sayangnya, nomor yang dia tuju bukan nomor punya aku. Hihihi.

Seharusnya angka terakhir adalah 4 tapi si supir [yang mungkin juga mengantuk] menekan angka 7. Ck ck ck.

Maaf ya Pak, lain kali hati-hati kalau nekan nomornya. Ujarku setengah mengantuk. Si bapak pun terdiam dan pergi. Oh ya, aku lupa apa sudah bilang makasih sama dia…hehe…

Yang jelas, aku sudah kirim sms bilang makasih sama Abah. Aku suka sepatunya. Thanks Abah. Love you.

tampak samping :D

tampak samping :D

sepatu barunya langsung dipakai

sepatu barunya langsung dipakai

*damn, aku belum menyelesaikan tugas menulis laporan pemeriksaan luar mayat! kumpulnya besok pagi!