Archive for the ‘future’ Category

Mata ini benar-benar berat rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, hati ini masih tidak tenang karena urusan belum selesai.

Satu hari kembali berlalu dengan ketidakpastian yang masih menggantung. Tidur merupakan pelarian terbaik namun bangun adalah mimpi buruk yang begitu nyata. Karena pagi adalah jawaban yang masih berupa tanda tanya.

Adakah bahagia di sana?

its like a heaven

it's like a heaven

Aku percaya pada akhir yang bahagia. Aku percaya pada jalan yang terjal berliku yang mesti ditempuh seseorang demi mencapai keinginannya. Pertanyaannya adalah seberapa berat esok bagiku?

Karena hidup adalah apa yang kau pikirkan, maka aku berusaha membuat pikiran tunduk pada keniscayaan. Bahwa di akhir nanti, tidak akan ada tangis yang mengalir.

Semua akan baik-baik saja. Aku mengandalkan dirimu.

Selamat malam dunia yang gerimis. Aku akan meninggalkanmu sejenak. Ramahlah saat bertemu aku besok pagi.

I wrote it on my sticky yellow paper.

Uh-uh.

*mandi dulu ya. ^^


Sejak Senin kemarin, resmilah libur Ramadhan-Idul Fitri berakhir bagi mahasiswa FK Universitas Riau — yang katanya udah resmi disingkat UR – dibaca UeR? ^^.

Kantin udah buka. Hoho, kalau mau sarapan sekarang tinggal ke kampus saja. Meski tetep harus mandi dulu ya? Hewww… :D . Anak-anak baru dengan penuh ceria menjinjing laptop n tas-tas besar mereka yang hihi… masih keliatan baru! Semangat ya dek…

Jadi ingat pas kemaren acara perkenalan mahasiswa baru, terus mereka dibagi berkelompok, disuruh bikin yel-yel.

Semua pada optimis n semangat 45 meneriakkan kalau mereka adalah DOKTER MASA DEPAN.

Catet.

Terus waktu sesi tanya-jawab n diskusi ma senior. Rata-rata ngasih pertanyaan: Gimana entar kalau udah jadi DOKTER??

Sumpah gw langsung ketawa waktu itu.

Ehem.

Baiklah adik-adikku yang manis. Meski mungkin kalian tidak akan membaca tulisan mengenai kalian ini, biarkanlah kakak tingkatmu yang baik hati ini memberi sedikit wejangan. Karena dulu kakak juga anak baru… Dulu… banget. Udah lama. Haha. Tapi tetep masih berasa bodohnya. Catatlah beberapa hal ini, dan usahakanlah untuk tidak mengulanginya. Kalau sudah terjadi, hhh… apalah daya tangan tak sampai, pengennya gw nabok! haha.

1. Jangan keburu mikir jadi DOKTER. Pikirin dulu jadi MAHASISWA. Supaya lebih keren: MAHASISWA KEDOKTERAN. Hahaha. Beneran atuh. Untuk jadi dokter, butuh waktu yang tidak sebentar wahai adik-adikku. Kalau sistem KBK kalian sekarang, sekitar 5 tahun lah. Nah, gw aja yang udah menjalani empat tahun n menapak tahun kelima, berasa banget entu yang namanya KULIAH KEDOKTERAN. Fokus jadi mahasiswa dulu yak. Belajar yang rajin.

Jangan banyak keluyuran di mall terus nge-dance di Time-Zone. :P . Jangan kebanyakan karaoke. :D . Jangan kebanyakan nyewa film. :D Jangan kebanyakan minjam buku [cerita] di perpustakaan. Hahaha. Ingat ya, jangan kebanyakan. Masih boleh kok… Intinya cuma mau bilang, sebelum jadi Dokter tu, mesti kuliah dulu pan? Nah, nikmati dulu kuliahnya, mimpi-mimpi manis jadi Dokter itu, dipending dulu yak! ^^

2. Jangan pake celana sekolah menengah atas-mu yang dari jarak sepuluh meter udah terdeteksi mata itu dek! Hahaha. Gw pernah ga enak hati soalnya pas ditegor ma senior. Yah, secara gw ga merasa aneh. Itu celana udah gw pakai selama sekolah. Kenapa mesti berpisah hanya gara-gara kuliah?

Hahaha. Pokoknya jangan aja! ^^

3. Jangan malu-malu nyapa kakak tingkatnya ya dek. Hehe. Meski cuma dengan senyum, tapi udah jadi ‘tanda’ bagi kakak kalian bahwa kalian adalah ‘anak baru’. Hahaha. Sumpah ya, seabrek-abrek anak baru, mukanya pada mirip! Dua mata. Satu hidung. Satu mulut. Weeek… jayus, hihi.

Daripada maen kucing-kucingan terus sama kakaknya. Hehe. Pokoknya senyum sambil angguk kepala. Ga lama kok. Tahun depan udah ada korban anak baru lagi…hihi…

4. Gw bingung mo kasih pesan apa. Haha. Udah ah. Boro-boro mereka baca. :P

Oh ya, karena sekarang Angkatan 2005 sudah tercatat memasuki semester sembilan dan secara akademis, tidak ada mata kuliah untuk semester sembilan yang berlangsung di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Riau ini, maka bagi komunitas ‘nanggung’ semacam gw ini, yang kuliah enggak-koass juga belum, terkatung-katunglah di kampus.

KAGAK ADA RUANGAN NONGKRONG!

Huaa. Pingin nangis beneran.

Biasanya kan ada ruang kelas. Adem. Bisa tidur-tiduran. Lesehan. Ketawa-ketiwi.

Masak sekarang mesti nongkrong di emperan kelas??? Ciaaa… orang lalu lalang!

Mana panas lagi!

*kalau begini caranya, memang harus pergi ke tempat itu…:P

[I am in cool mode]

Melirik sudut kanan layar, aku menyadari seharusnya aku tidak menulis blog. Ini sudah hampir jam delapan pagi. Tiga menit lagi tepatnya. Aku punya sederetan tugas yang belum ku selesaikan di kampus. Akan sangat baik jika bisa ku selesaikan hari ini.
- Mendapatkan tanda tangan dokter Laode
- Mendapatkan tanda tangan dokter Elda
- Konfirmasi jadwal ujian ke dokter pembimbing dan penguji skripsi ku
- Mendaftar untuk ujian proposal penelitian

Perlu diingat, sebelum aku berhasil melewati rangkaian kegiatan itu, aku tentu harus lebih dulu:
- Melakukan aktivitas membasahi tubuh yang umumnya disingkat: M.A.N.D.I
- Menggunakan pakaian yang layak pakai. Ku pastikan aku tidak punya banyak pilihan untuk yang satu ini. Kecuali jika aku boleh menggunakan pakaian yang TIDAK layak pakai.
- Menjilid lembaran-lembaran kertas proposal penelitianku menjadi 5 eksemplar setelah memperbanyaknya sebelum itu.

See. I am not supposed to do this. Sitting in front of my laptop and sipping chocolate drink.

But you know me.

I will try to finish this. ASAP.

Sepagian ini aku membereskan beberapa urusan maya yang ku miliki dengan orang-orang di luar sana. Mengecek email. Membalas komen di blog. Membaca berita. Membaca blog teman. Membaca komen anggota forum badminton. Yap. Beberapa aktivitas rutin yang kini ku miliki setelah aku mendapatkan koneksi 24 jam internet di kamarku.

Sejauh ini aku menikmatinya.

Satu hal menarik yang aku dapati ketika aku mengurus salah satu halaman blog. Ya, yang sedang kau baca ini. Link: Next Blog.

Bagiku link itu seperti sebuah terowongan ajaib dengan berjuta tempat yang luar biasa. Aku sudah mengunjunginya beberapa kali. Orang-orang yang luar biasa. Mereka memiliki kisah yang berbeda dan semuanya ingin bercerita. Dan aku tidak keberatan untuk mendengar, atau lebih tepatnya membaca.

Salah satu masalah tentu saja ketika dunia yang ku dapati setelah menekan tombol ajaib itu adalah rintangan bahasa yang ku dapati. Sampai hari ini, aku hanya mengerti jika blog itu ditulis dalam bahasa Indonesia, Melayu, dan Inggris. Aku hanya dapat menahan sedih jika halaman yang luar biasa itu tertulis dalam huruf kanji, atau bahasa Jepang. Atau Korea? Atau bahasa lainnya, hehe. Aku hanya mengerti tiga bahasa yang ku sebutkan di atas.

Blog yang ku tulis ini juga sebenarnya tidak akan mampu menjangkau dunia karena hanya ku tulis dalam bahasa Indonesia. Itupun tidak baik dan benar. Maafkan aku.
Tiba-tiba saja, aku begitu ingin terampil menulis dalam bahasa Inggris. Sejauh ini aku hanya mengerti penulisan kalimat-kalimat pendek dan sederhana. Lewat dari itu, aku membutuhkan waktu untuk bisa menuliskan kalimat yang bisa dimengerti olehmu.
Sejauh ini pula, aku telah berusaha memperbaiki keadaan itu. Aku telah membeli dua buah buku yang mungkin bisa membantuku dalam menulis. Tapi belum ku baca. Hehe.
Aku juga sekarang lebih sering membaca tulisan dalam bahasa Inggris. Meski harus ku akui aku tetap lebih sering membaca tulisan bahasa Inggris yang ada di forum-forum. Ujung-ujungnya, aku tetap saja tidak terlalu mendapat pelajaran di sana karena system penulisannya tidak baku.

Tapi ku rasa aku sudah menemukan titik terang akan permasalahan itu. Belakangan aku mulai kembali menjalin hubungan baik dengan orang. Mungkin akan ku coba lewat email. Aku ingin daftar teman yang ku miliki di alamat emailku tidak hanya daftar nama. Tapi tak pernah ku kirimi surat.

Ah, tiba-tiba saja pagi ini terasa mendayu-dayu.

Sudah jam 8.11 sekarang. Aku akan mempostingnya.

Sore begini. Duduk di kantin kampus menikmati terpaan angin sepoi-sepoi. Bisa bikin tenang hati yang sedikit ga enak tadi. Hehe.

Empet gw. Gw bukan jenis orang yang senang menjelaskan berkali-kali, jadi kalo tiba-tiba disuruh muter2 berkali2 di permasalahan yang sama, gw jadi gampang esmosian, haha.

Makanya gw ga bakat jadi guru. Bisa remuk tu hati murid gw karena kebanyakan gw cela, haha…

Btw, gw acak2 tulisan yang lama, nemu postingan yang INI. Hmm… tua banget. Semenjak Januari kemaren, otomatis tulisan gw ga pernah lagi nulis dia sebagai My Future. Ga pernah lagi nyinggung dia sebagai orang yang bakalan gimana2 ma gw di masa depan. Ga pernah lagi nulis tentang gimana resehnya dia minta diperhatiin, haha… Becanda.

Honestly. Kadang kepikiran hari-hari kek gitu. Hari-hari di mana ketika nada dering hape gw langsung bikin gw dongak n buru2 angkat hape karena itu telpon ato sms dari dia. Setidaknya, hari2 yang tlah lewat itu bisa bikin gw lebih care sama orang laen, haha. Sekarang, you know me lah…………………..:p

She is still one of my best friend. Ntar deh besok2, hakhak… ^^

*keknya dia ga pernah tau kalau gw nulis di blog ini. hmmm…

Tadi malam pas maen badminton, my future tiba-tiba sms.

dah makan?

langsung dibalas: belom, lagi maen badminton. ada apa nh?

beberapa saat kemudian pas dicek, ternyata dia balas: nggak pa pa, cuma lagi kepikiran seseorang sj, hehe.

well, kalau sedang mengajak romantis-romantisan, nggak pas banget, aku lagi maen badminton. OK.

jadi diriku ga balik balas.

beberapa jam kemudian pas ngecek sms, ada dua sms masuk.

yang pertama, deretan wajah cemberut: :( , :@, dan sejenisnya. terus ada tulisan: sorry, lagi error di bagian bawahnya.

yang kedua, sms kosong.

huffh…. sedikit merasa bersalah, jadinya ku sms: dah tidur?

ampe selese maen, smsku gak dibales.

ya udah, nyampe rumah ku sms lagi, ngasih tau kalau aku dah kelar maen, udah nyampe rumah, terus ngucapin met bobo buat dia.

ampe sekarang gak ada dia bales.

tuh anak ngajakin berantem ya???

gak pas banget waktunya. soalnya diriku lagi emosi, kelaperan, kepanasan, banyak baju kotor yang numpuk, jadi kalau dia mau ngajak berantem, bisa-bisa ntar malah jadi pelampiasan.

jadi seharian ini aku juga nggak nanggepin dia.

biasanya juga gitu kan??

atau ini karena kue yang dia bungkusin kemaren nggak mau ku bawa pulang? weweww….. sorry deh…:(:(

i am sorry coz i can’t give you that kind of relationship. being nice. being tender. being gentle. doesn’t mean i don’t care, just try to hold on, we are not in the right time, right place and right way. OK?