Beberapa kali dalam kasus penyakit yang ku temui di poliklinik penyakit kulit dan kelamin selama sepuluh hari terakhir ini, sang ibu ataupun ayah yang membawa anaknya berobat memberikan pernyataan kemungkinan anaknya tertular penyakit dari tempat penitipan ataupun tempat bermain anaknya sehari-hari.
Beberapa penyakit kulit memang memiliki ciri gampang menular pada orang-orang yang berkumpul, sehingga untuk memastikan kita bisa sembuh secara sempurna, kadang kita harus memastikan asal penularannya dan menghindari untuk kontak selanjutnya agar tidak kambuh lagi penyakit kulitnya.
Aku jadi memperhatikan masalah ini karena beberapa waktu sebelumnya aku sempat mendengar kalau Kak Dina juga mencari pengasuh anak untuk Asma jika ia sedang ada urusan dan tidak bisa menjaga Asma. Saat itu Ibu memberi nasihat agar memilih pengasuh yang benar-benar terpercaya karena biar bagaimanapun yang kita titipkan itu adalah anak kita, bukan sekedar barang seperti helm atau sepatu yang kita titipkan di penitipan barang.
Aku yang sejujurnya menyukai anak kecil harus mengakui kalau aku tidak tahan berlama-lama dengan mereka. Aku tidak bisa begitu lama menahan diri untuk berada dalam dunia mereka yang begitu cepat berubah-ubah — kadang mereka ingin bermain kereta, bermain bola, membaca buku, duduk-duduk saja, diceritakan sesuatu, makan es krim, atau sekedar memanjat pohon cermai di belakang rumah dan berlama-lama memandangi langit.
Sebenarnya mungkin dulu aku juga begitu, tapi sekarang tidak lagi. Aku sekarang lebih suka tidur jika ada waktu luang. Betapa buruknya, hehe.
Kembali kepada masalah pengasuhan anak tadi, aku jadinya cukup kagum kepada mereka yang punya kemampuan untuk betah berlama-lama dengan anak-anak. Terlepas apakah mereka melakukan itu karena dibayar ataupun karena mereka suka, tapi yang jelas, bagi para pengasuh anak yang memang mengerjakan tugasnya, aku salut saja, karena seperti yang ku katakan tadi, aku tidak tahan untuk melakukan hal yang sama. Serta satu hal yang penting, berarti mereka tidak ditolak oleh anak-anak tersebut. Hebat bukan?
Pernah ku dengar ada yang mengatakan bahwa anak seperti kanvas putih yang kemudian kita yang akan melukisnya. Mungkin bagiku yang bukan seorang pelukis, aku tidak akan mampu menjadikan kanvas yang ku miliki menjadi lukisan yang baik pula. Okay, karena aku belum memiliki kanvas itu sebenarnya, ku harapkan aku bisa didampingi oleh seorang pelukis yang baik nantinya.
Karena aku sendiri menyadari betapa pentingnya kehadiran orang tua dalam perkembangan masa kecil seorang anak. Aku ingat tidak henti-hentinya menanyakan nama pohon dan burung yang ku jumpai dan ku dengar bunyinya saat menemani Abah ke kebun. Atau sekedar terpana melihat roti yang sedang Ibu panggang tiba-tiba membengkak ukurannya dan menjadi menyenangkan saat digigit. Aku juga sering rindu menyelinapkan kepala ke dalam pangkuan Abah saat selesai sholat Magrib, atau sebaliknya, duduk manis di tepi meja makan menantikan Ibu menyelesaikan nasi goreng.
Anak-anak tidak bisa dibiarkan sendirian dan seharusnya memang tidak dibiarkan sendirian. Jikapun tidak bersama keluarganya, boleh bersama dengan teman sepermainannya. Memang terkadang jadi dilemma saat melihat cara bermain anak-anak yang tidak baik dan banyak orang tua yang khawatir anaknya menjadi terpengaruh hal tersebut.
Susah juga ya menjadi orang tua?
Contoh kecil dari hal yang mungkin sulit tertolak adalah tertular penyakit kulit seperti yang ku ceritakan di atas. Tapi aku juga tidak ingin menyalahkan pengasuh anak ataupun teman bermain. Karena seperti yang ku katakan, saat tidak ada orang tua, merekalah yang ada di sisi kita. Memastikan kita tidak sendirian, karena saat itu kita belum bisa memastikan bahwa Allah selalu bersama kita.
Ya, semoga bagi para orang tua yang khawatir, setelah berusaha mencari pengasuh dan teman main yang baik bagi anaknya, tidak lupa untuk menyerahkan anaknya dalam lindungan Allah. Dia yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.
Mungkin akan terlalu kasar dan tidak pantas jika ku katakan tidak pernah terkena penyakit kulit.
*dua hari yang lalu panas badanku meningkat dan saat sendirian berbaring di kamar, selain teringat pada orang tua, teringat pada Allah. Betapa pada saat lemah tak berdaya, hanya padaNya kita bisa meminta.