Seperti yang tertulis di blog-nya Aulia ini, verba volant, scripta manent – spoken words fly away, written ones stay, maka saya ingin menulis. Yah meskipun dibanding menulis, saya lebih senang mengklasifikasikan orang. Misalnya saja, berdasarkan tampang, orang terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu orang bertampang preman (Aulia, misalnya) dan yang bertampang korban preman (saya, misalnya).
Demikian juga dalam tulis menulis, orang terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu yang berbakat menulis (contohnya Aulia) dan yang berbakat merusak tulisan orang lain (contohnya saya).
Tapi dari bermula dengan merusak tulisan orang lain itu (red: Aulia yang paling sering jadi korbannya), timbul keinginan untuk belajar menulis. Keinginan itu pun difasilitasi oleh Aulia dengan “meminjamkan” blog-nya ini untuk saya belajar menulis. Yah mungkin dia pikir ini lebih baik daripada saya terus-menerus merusak hasil karyanya, hehe…
Akhirnya, saya berhasil menghasilkan hasil-hasil tulisan yang menjadi sumber penghasilan (haiz…, ngomong opo toh iki?). Alhamdulillah.
Jadi ceritanya, kemarin saya dapat kabar dari penerbit Yudhistira, bahwa buku-buku saya sudah beredar di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Yeyeyeye…., senangnyaaa… (jungkir-balik-kayang-salto-pushup100x).
Hihihi…, jangan ngebayangin buku ini semacam novel Harry Potter ya. Ini nggak jauh-jauh dari bidang saya. Ya, yang diterbitkan adalah buku “Mudah Berhitung Matematika SD” untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6
. Untuk yang sekolah menengah atas, masih dalam proses pencetakan. Sedangkan untuk yang tingkat universitas, masih dalam proses penulisan. Entahlah kapan tahap penulisan itu berakhir, karena saya justru lebih heboh dikejar-kejar supervisor untuk nyelesein disertasi.
Semoga saja buku-buku itu bisa memberikan manfaat (walaupun sedikit) kepada bangsa kita (haiz.., bahasanya…).
Mohon doanya agar saya selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain.
Akhir kata, selamat menikmati dan mengkritisi buku-buku saya.
*sambil lirik sinis ke Aulia, “wahai anak muda, mana tulisanmu yang sudah diterbitkan?”*








