Author Archive

Seperti yang tertulis di blog-nya Aulia ini, verba volant, scripta manent – spoken words fly away, written ones stay, maka saya ingin menulis. Yah meskipun dibanding menulis, saya lebih senang mengklasifikasikan orang. Misalnya saja, berdasarkan tampang, orang terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu orang bertampang preman (Aulia, misalnya) dan yang bertampang korban preman (saya, misalnya). :D

Demikian juga dalam tulis menulis, orang terbagi ke dalam 2 kategori, yaitu yang berbakat menulis (contohnya Aulia) dan yang berbakat merusak tulisan orang lain (contohnya saya). :D

Tapi dari bermula dengan merusak tulisan orang lain itu (red: Aulia yang paling sering jadi korbannya), timbul keinginan untuk belajar menulis. Keinginan itu pun difasilitasi oleh Aulia dengan “meminjamkan” blog-nya ini untuk saya belajar menulis. Yah mungkin dia pikir ini lebih baik daripada saya terus-menerus merusak hasil karyanya, hehe…

Akhirnya, saya berhasil menghasilkan hasil-hasil tulisan yang menjadi sumber penghasilan (haiz…, ngomong opo toh iki?). Alhamdulillah. :)

Jadi ceritanya, kemarin saya dapat kabar dari penerbit Yudhistira, bahwa buku-buku saya sudah beredar di toko-toko buku di seluruh Indonesia. Yeyeyeye…., senangnyaaa… (jungkir-balik-kayang-salto-pushup100x).

Hihihi…, jangan ngebayangin buku ini semacam novel Harry Potter ya. Ini nggak jauh-jauh dari bidang saya. Ya, yang diterbitkan adalah buku “Mudah Berhitung Matematika SD” untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6 :D . Untuk yang sekolah menengah atas, masih dalam proses pencetakan. Sedangkan untuk yang tingkat universitas, masih dalam proses penulisan. Entahlah kapan tahap penulisan itu berakhir, karena saya justru lebih heboh dikejar-kejar supervisor untuk nyelesein disertasi. :D

lihat bukuku... penuh dengan warna...

lihat bukuku... penuh dengan warna...

ini buku baru berwarna biru. :D

ini buku baru berwarna biru. :D

Semoga saja buku-buku itu bisa memberikan manfaat (walaupun sedikit) kepada bangsa kita (haiz.., bahasanya…).

ayo... ada berapa warna di sana...? :D

ayo... ada berapa warna di sana...? :D

tinggalkan komik kalian, miliki buku ini. :)

tinggalkan komik kalian, miliki buku ini. :)

Mohon doanya agar saya selalu diberikan kesehatan dan kesempatan untuk memberikan manfaat sebanyak-banyaknya kepada orang lain.

Akhir kata, selamat menikmati dan mengkritisi buku-buku saya.

*sambil lirik sinis ke Aulia, “wahai anak muda, mana tulisanmu yang sudah diterbitkan?”* :P

I am not scared. Really.

I am not scared. Really.

Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam saat bis menurunkan saya di halte depan kampus. Seperti biasanya, saya tidak menjumpai siapapun di jalan sekitar kampus, sebab kehidupan di Perth berakhir pukul 8 malam, saat toko-toko tutup.

Saya masih harus berjalan sekitar 1 km lagi dari depan kampus untuk sampai ke apartemen saya, menyusuri jalan di dalam kampus. Sebagai gambaran, kampus saya didesain menyerupai sebuah kastil, dengan pohon-pohon besar di kanan-kirinya, sehingga suasana mencekam menjadi terasa sekali di malam hari.

Can you see the tree? Coz I can't see the tree. :P

Can you see the tree? Coz I can't see the tree. :P

Nah, saat saya harus melewati sebuah pohon besar, tiba-tiba ada bayangan putih tepat di bawah pohon. Dengan rasa takut yang amat luar biasa, saya tetap menyeret langkah saya untuk melewati pohon tersebut, dengan terus menerus membaca doa – doa apa saja yang saya hapal, mulai doa mau makan, sampai doa sebelum tidur – :P

Saat saya semakin dekat dengan pohon tersebut, maka wujud bayangan itu semakin jelas. Ternyataaaa…. itu seekor kucing anggora. Bukan sekedar “kucing anggora”, tapi seekor “kucing anggora yang luar biasa cantik dengan bulu tebal seputih salju yang hampir membuat jantung saya copot”.

Oh ya, mungkin anda tidak dapat menangkap letak dimana anehnya. Anehnya adalah karena kucing itu berkeliaran. Sebab di Australia, anda tidak akan menemukan kucing berkeliaran di jalanan. Apalagi melihat ayam berkeliaran di sekitar rumah. Yang lebih tidak mungkin lagi, melihat kambing di jalan (hehe.., jadi teringat ibu saya di Indonesia, yang pernah sedemikian kesal dengan kambing tetangga sebab memakan tanaman kesayangannya). Kalaupun anda melihat kambing di jalan, itu pasti di restoran India, dan itupun sudah dalam bentuk Sop Kambing  :P

Oke, kembali ke kucing tadi. Sebenarnya timbul hasrat hati untuk menculik kucing itu. Karena pasti dia kedinginan di luar sana, saat winter seperti ini. Tapi langsung terbayang wajah pemilik apartemen saya (yang kayaknya sudah lupa bagaimana caranya tersenyum sejak berabad-abad lalu) kalau dia sampai tahu ada kucing di dalam rumah. Hwahh.. urusan menyewa apartemen di Australia memang menyebalkan. Bahkan kalau kita sampai memasang 1 paku di dinding pun akan langsung didenda.

Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan salam perpisahan dengan si “kucing anggora yang luar biasa cantik dengan bulu tebal seputih salju yang hampir membuat jantung saya copot” itu. Entah bagaimana nasib kucing itu saat ini. Semoga dia segera ditemukan oleh tuannya yang sebenarnya.

and you already know the castil

I promise you, no cat here.

And I've told you that there is no cat. OK.

And I've told you that there is no cat. OK.

Hi there, perkenalkan saya Donny. Lagi menimba ilmu berinternet dari Aulia. Jadi untuk sementara boleh numpang di “rumah”nya Aulia ini. Nanti kalo udah pinter, bisa bikin “rumah” sendiri, hehe..

So, saat ini status Aulia adalah sebagai bapak kos (yang mudah-mudahan kagak galak), dengan meminjamkan sebuah “kamar”nya di rumahnya ini. Bapak kos, saya janji nggak akan menghancurkan kamarnya. Yah kalo lecet dikit sih nggak papa kan ya? hehe

Sedikit tentang saya, saat ini saya sedang melanjutkan sekolah di negeri kangguru, tepatnya di University of Western Australia. Mudah-mudahan “kamar” yang dipinjamkan Aulia ini bisa jadi ajang menuliskan banyak hal yang saya alami selama proses sekolah ini, atau sekedar jadi tempat sampah setelah dimaki-maki supervisor karena telat menyerahkan  paper sebelum deadline, hehe…  Aduh, bapak kos, kalaupun nanti “kamar”nya saya jadiin tempat sampah, saya janji baunya nggak akan sampe ke “kamar” bapak, hehe.., peace bro

Oke deh, segini dulu secuil dari saya. Mudah-mudahan bisa lebih produktif ke depannya. Either produktif menulis di blog ini, or menulis paper untuk memuaskan supervisor saya.

See you somewhere, guys…

Donny as Harry Potter

Donny as Harry Potter