Lalu kita bicara secara terbuka
Tentang hari yang terlewati

Saat aku dan kamu masih satu hati

Sungguh gerimis pagi
Aku merindukanmu sejak malam buta
sekering tinta di tanganku
yang tak mampu menggoreskan kata

Saat kau datang
hingga kau pergi

Terlalu aku merindukanmu
Begitu aku menantikanmu

Subuh itu, kita bertemu

Pekanbaru, 29 Juli 2010

2 Comments

  1. Donny says:

    Dua tulisan terakhir kok isinya sedih ya?
    Saat winter gini, baca yg sedih-sedih, bawaannya jadi pingin nonton sinetron deh..
    Btw bukan gara-gara habis lihat fireflies-nya digebuk raket badminton kan? :D
    Ah anak muda.., hidup memang berat..
    Bertahanlah.. :D

  2. Aulia says:

    really? why u feel that way? :D

    i think it’s the weather, morning here is so… inspiring. :D

Leave a Reply