
I am not scared. Really.
Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam saat bis menurunkan saya di halte depan kampus. Seperti biasanya, saya tidak menjumpai siapapun di jalan sekitar kampus, sebab kehidupan di Perth berakhir pukul 8 malam, saat toko-toko tutup.
Saya masih harus berjalan sekitar 1 km lagi dari depan kampus untuk sampai ke apartemen saya, menyusuri jalan di dalam kampus. Sebagai gambaran, kampus saya didesain menyerupai sebuah kastil, dengan pohon-pohon besar di kanan-kirinya, sehingga suasana mencekam menjadi terasa sekali di malam hari.

Can you see the tree? Coz I can't see the tree.
Nah, saat saya harus melewati sebuah pohon besar, tiba-tiba ada bayangan putih tepat di bawah pohon. Dengan rasa takut yang amat luar biasa, saya tetap menyeret langkah saya untuk melewati pohon tersebut, dengan terus menerus membaca doa – doa apa saja yang saya hapal, mulai doa mau makan, sampai doa sebelum tidur –
Saat saya semakin dekat dengan pohon tersebut, maka wujud bayangan itu semakin jelas. Ternyataaaa…. itu seekor kucing anggora. Bukan sekedar “kucing anggora”, tapi seekor “kucing anggora yang luar biasa cantik dengan bulu tebal seputih salju yang hampir membuat jantung saya copot”.
Oh ya, mungkin anda tidak dapat menangkap letak dimana anehnya. Anehnya adalah karena kucing itu berkeliaran. Sebab di Australia, anda tidak akan menemukan kucing berkeliaran di jalanan. Apalagi melihat ayam berkeliaran di sekitar rumah. Yang lebih tidak mungkin lagi, melihat kambing di jalan (hehe.., jadi teringat ibu saya di Indonesia, yang pernah sedemikian kesal dengan kambing tetangga sebab memakan tanaman kesayangannya). Kalaupun anda melihat kambing di jalan, itu pasti di restoran India, dan itupun sudah dalam bentuk Sop Kambing
Oke, kembali ke kucing tadi. Sebenarnya timbul hasrat hati untuk menculik kucing itu. Karena pasti dia kedinginan di luar sana, saat winter seperti ini. Tapi langsung terbayang wajah pemilik apartemen saya (yang kayaknya sudah lupa bagaimana caranya tersenyum sejak berabad-abad lalu) kalau dia sampai tahu ada kucing di dalam rumah. Hwahh.. urusan menyewa apartemen di Australia memang menyebalkan. Bahkan kalau kita sampai memasang 1 paku di dinding pun akan langsung didenda.
Akhirnya saya hanya bisa mengucapkan salam perpisahan dengan si “kucing anggora yang luar biasa cantik dengan bulu tebal seputih salju yang hampir membuat jantung saya copot” itu. Entah bagaimana nasib kucing itu saat ini. Semoga dia segera ditemukan oleh tuannya yang sebenarnya.

I promise you, no cat here.

And I've told you that there is no cat. OK.