Gerimis di Pagi Hari

Lalu kita bicara secara terbuka
Tentang hari yang terlewati

Saat aku dan kamu masih satu hati

Sungguh gerimis pagi
Aku merindukanmu sejak malam buta
sekering tinta di tanganku
yang tak mampu menggoreskan kata

Saat kau datang
hingga kau pergi

Terlalu aku merindukanmu
Begitu aku menantikanmu

Subuh itu, kita bertemu

Pekanbaru, 29 Juli 2010


Ini Selamat Tinggal

Segera, aku akan meninggalkanmu
Dalam diam yang terusik
ada namamu yang begitu sejuk
memeluk hatiku
memenjarakan nafasku
dalam cinta
Aku mencoba mengerti
mengapa langkah kita tak pernah sama
tak pernah satu
Kita seiring sejalan
tapi tak pernah bertemu
Ternyata cinta bukan lagi alasan untuk kita
terus bersama
ketika hidup tak begitu ramah
padaku
padamu
pada kita
Cinta adalah kekuatan yang pernah buat kita tersenyum
tapi juga yang memisahkan kita
Dalam diam yang terusik
selalu ada


Bayangan Putih

Jam sudah menunjukkan pukul 10.30 malam saat bis menurunkan saya di halte depan kampus. Seperti biasanya, saya tidak menjumpai siapapun di jalan sekitar kampus, sebab kehidupan di Perth berakhir pukul 8 malam, saat toko-toko tutup.
Saya masih harus berjalan sekitar 1 km lagi dari depan kampus untuk sampai ke apartemen saya, menyusuri jalan di dalam kampus. Sebagai


Hati Yang Gelisah

Mata ini benar-benar berat rasanya. Tapi mau bagaimana lagi, hati ini masih tidak tenang karena urusan belum selesai.
Satu hari kembali berlalu dengan ketidakpastian yang masih menggantung. Tidur merupakan pelarian terbaik namun bangun adalah mimpi buruk yang begitu nyata. Karena pagi adalah jawaban yang masih berupa tanda tanya.
Adakah bahagia di sana?
Aku percaya pada akhir yang bahagia.


a “hi” from side-author

Hi there, perkenalkan saya Donny. Lagi menimba ilmu berinternet dari Aulia. Jadi untuk sementara boleh numpang di “rumah”nya Aulia ini. Nanti kalo udah pinter, bisa bikin “rumah” sendiri, hehe..
So, saat ini status Aulia adalah sebagai bapak kos (yang mudah-mudahan kagak galak), dengan meminjamkan sebuah “kamar”nya di rumahnya ini. Bapak kos, saya janji nggak akan menghancurkan


Perjalanan

Ku tlah mendaki bukitmu. Turuni lembahmu.
Beristirahat di tepi sungaimu.
Rasa lelah itu selalu ada.
Ku sudah lewati setapakmu. Renangi lautmu.
Tidur di tepian kawahmu.
Rasa bersalah itu selalu ada.
Ini perjalananku di duniamu.
Maka maafkan aku.
Ingin ku sampai di sana, dengan bebas merdeka lalu kau tersenyum.
Meski mungkin sekarang kau marah.
Karena aku tlah jatuh jauh di bawah.


Pria Multitasking

Assalamu’alaikum.
Saya sering mendengar kata yang digunakan di atas — judul blog ini maksud saya, bukan kata salam yang saya gunakan —, namun tidak pernah benar-benar mengerti makna sebenarnya. Baru saja saya cek di sini [silakan cari sumber lain untuk makna yang lebih dalam] bahwa sama seperti asal katanya, frase tersebut


Saya Kembali

Senangnya.
Semoga bisa kembali menulis lebih banyak. See ya.


22

Happy birthday. Yea….:D:D
Laptop saya sedang bermasalah…
Semoga cepat sembuh buat laptopnya, semoga ujian radiologi berjalan lancar, semoga bisa tetap sehat dan bersemangat…
Selamat berulang tahun bagi yang berulang tahun hari ini.


Menunggu Mati

Aku berpijak di tepian waktu yang mengabur
Memegangi nafas
Mencoba melangkah
Satu kali lagi
Satu hari lagi
Ku yakinkan hati untuk berbuat
Karena hidup benar-benar sekali
Di tepian waktu ini aku menunggu
Ia mengecupku
Pekanbaru, 25 April 2010